Mengenal Tuhan: Tumbuh Cinta Hadir Bahagia

0
767 views

Sinopsis Buku karangan : Irvan Simangunsong (Mahasiswa PTKU)

Berkat pertolongan Allah melalui guru-guru yang telah mendidik penulis sehingga hadirlah buku ini di tengah-tengah kita bersama. Buku ini –Mengenal Tuhan: Tumbuh Cinta Hadir Bahagia- hadir tiada lain adalah untuk “memasyarakatkan” kembali kajian tauhid, khususnya sifat dua puluh yang sudah langka di lingkungan masyarakat kita sekarang. Kalau dulu ilmu ini masih banyak peminatnya. Tetapi, sekarang satu-persatu orang meninggalkan kajian ini.

Jika tidak ada lagi usaha kita untuk mensosialisasikan kajian ini, maka akan berdampak buruk ke depannya. Karena sekarang orang-orang tua, terlebih-lebih anak muda kebanyakan tidak lagi mengetahui tentang ilmu ini. Karena kalau ilmu ini yang dibahas di pengajian orang-orang tertidur, besoknya tidak datang lagi. Karena kajiannya sulit dan membuat pusing kepala. Tetapi kalau kajian tentang “salat” yang dibahas ramai orang datang. Sehingga ada ketidakseimbangan. Padahal ilmu tauhid dan ilmu syariat (fikih) itu sama pentingnya. Jadi, keduanya harus dipelajari.

Oleh karena itu, sengaja penulis kemas buku ini dengan bahasa yang mudah, ringan dan penulis hindari istilah-istilah sulit agar semua masyarakat bisa memahaminya sekalipun mereka yang tidak pernah belajar ilmu ini. Buku ini sekali-kali akan mengajak pembaca untuk ikut berdiskusi bersama, agar membacanya enak dan tidak membuat pening kepala. Meskipun demikian, penulis tetap merujuk kepada dalil-dalil syariat dan juga pendapat-pendapat ulama agar buku ini dapat dipertanggungjawabkan.

Semoga dengan cara ini masyarakat menyukainya dan mau mempelajari kembali ilmu tauhid tentang sifat-sifat Allah khususnya yang sudah dilupakan. Karena cara ini menawarkan kalau mau bahagia dunia dan akhirat haruslah mengenal Allah swt. Terlebih memang kajian ini sangat penting untuk disosialisasikan kembali dengan metode baru dan menarik. Karena mengingat sudah menjamur luasnya faham-faham sesat yang mengatakan Allah itu berada di Kakbah, jadi kalau salat itu harus di Kakbah, misalnya. Untuk menghindari dan menolak faham-faham sesat tersebut, maka ilmu inilah solusinya.

Selain membahas tentang sifat Allah swt. yang wajib, mustahil dan jaiz, penulis juga membahas tentang mengenal Allah dari alam, yaitu: manusia, langit, bumi, binatang dan tumbuhan. Ini bertujuan supaya kita paham bahwa semua yang ada di dunia ini kalau dilihat dari kaca mata keimanan maka yakinlah kita Allah itu ada, Allah itu Esa dan Allah itu Maha segala-galanya. Selain itu, penulis juga bahas tentang masalah iktikad yang perlu untuk dipahami, yaitu tentang qadha dan qadar dan melihat Allah swt. di surga. Kalau tidak faham takdir, bisa jadi kafir dan bisa jadi tidak bahagia.  Kalau sudah faham Allah itu bisa dilihat di surga, tentu kita semua akan berlomba-lomba mendapat rahmat Allah supaya bisa masuk surga dan melihat Allah. Demikianlah isi kandungan buku ini secara ringkas.

Buku setebal 150 halaman ini diterbitkan oleh CV Manhaji di Medan pada tahun 2019. Diberi kata pengantar oleh Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, Lc., MA; Prof. Dr. H. Amroeni Drajat, M.Ag; dan Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution. Diedit oleh Dr. H. Zamakhsyari Hasballah Thaib, Lc., MA dan Muhammad Puadi Harahap, S.H, S.Pd.